Pallet yang tampak kokoh di gudang belum tentu aman saat masuk jalur ekspor. Banyak perusahaan baru menyadari masalahnya ketika barang tertahan di pelabuhan, ditolak bea cukai, atau bahkan dimusnahkan karena pallet tidak memenuhi standar internasional. Dampaknya jelas: biaya tambahan, lead time molor, dan risiko reputasi bisnis.
Di sinilah pallet export grade berperan. Bukan sekadar alas angkut, tetapi komponen kritikal yang menentukan kelancaran pengiriman internasional dan efisiensi operasional jangka panjang.
Daftar isi

Apa Itu Pallet Export Grade?
Pallet export grade adalah pallet yang dirancang khusus untuk pengiriman lintas negara dan memenuhi regulasi karantina internasional. Fokus utamanya adalah mencegah penyebaran hama, jamur, dan kontaminan biologis melalui material kayu.
Standar paling umum yang wajib dipenuhi adalah ISPM 15 (International Standards for Phytosanitary Measures No. 15). Tanpa kepatuhan ini, risiko penolakan di negara tujuan sangat tinggi.
Standar Wajib Pallet Export Grade (ISPM 15)
ISPM 15 mengatur perlakuan kayu kemasan agar aman secara hayati. Dua metode utama yang diakui secara global adalah:
- Heat Treatment (HT)
Kayu dipanaskan hingga suhu inti minimal 56°C selama 30 menit untuk membunuh organisme hidup. - Methyl Bromide (MB)
Fumigasi kimia untuk eliminasi hama, meski kini mulai dibatasi karena isu lingkungan.
Setiap pallet export grade wajib memiliki marking resmi IPPC, yang menunjukkan:
- Kode negara
- Kode produsen
- Metode perlakuan (HT atau MB)
Tanpa marking ini, pallet dianggap tidak layak ekspor.
Spesifikasi Teknis Pallet Export Grade
Selain aspek karantina, spesifikasi teknis juga menentukan keamanan distribusi internasional.
Parameter umum yang diperhatikan:
- Beban statis: ±1.500–3.000 kg
- Beban dinamis: ±1.000–1.500 kg
- Beban racking: ±800–1.200 kg (tergantung desain)
- Kadar air kayu: idealnya <20% untuk mencegah jamur
Pallet dengan spesifikasi tidak konsisten berisiko patah saat handling forklift atau stacking kontainer.
Perbandingan Pallet Biasa vs Pallet Export Grade
| Aspek | Pallet Biasa | Pallet Export Grade |
|---|---|---|
| Standar ISPM 15 | Tidak wajib | Wajib |
| Risiko karantina | Tinggi | Sangat rendah |
| Kelayakan ekspor | Tidak direkomendasikan | Direkomendasikan |
| Biaya awal | Lebih murah | Lebih tinggi |
| Risiko biaya lanjutan | Tinggi (retur, denda) | Rendah |
Secara ROI, pallet export grade sering kali lebih ekonomis karena menekan risiko biaya tak terduga di negara tujuan.
Kapan Perusahaan Wajib Menggunakan Pallet Export Grade?
Pallet export grade bukan opsi, tetapi keharusan ketika:
- Melakukan ekspor langsung ke luar negeri
- Mengirim barang ke negara dengan regulasi karantina ketat
- Produk bernilai tinggi atau sensitif terhadap kerusakan
- Pengiriman menggunakan kontainer laut atau udara
Mengabaikan standar ini berarti mempertaruhkan kelancaran seluruh rantai pasok.
Alternatif Pallet Export Grade: Kayu vs Plastik
Beberapa perusahaan mulai beralih ke pallet plastik untuk ekspor karena keunggulan tertentu.
Pertimbangan utama:
- Pallet plastik tidak memerlukan ISPM 15
- Umur pakai lebih panjang, bisa 5–10 kali siklus penggunaan
- Beban dinamis relatif stabil, umumnya 1.000–1.500 kg
- Investasi awal lebih tinggi, tetapi biaya per trip lebih rendah
Pilihan terbaik bergantung pada volume ekspor dan strategi distribusi jangka panjang.
Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)
Apa itu pallet export grade?
Pallet export grade adalah pallet yang memenuhi standar internasional, khususnya ISPM 15, sehingga aman digunakan untuk pengiriman lintas negara.
Apakah semua ekspor wajib menggunakan pallet export grade?
Ya, untuk pallet berbahan kayu. Tanpa standar ini, barang berisiko ditolak oleh otoritas karantina negara tujuan.
Apa risiko jika pallet tidak memenuhi ISPM 15?
Barang dapat ditahan, dikembalikan, atau dimusnahkan, yang berujung pada kerugian biaya dan waktu.
Apakah pallet plastik termasuk pallet export grade?
Pallet plastik tidak memerlukan ISPM 15 karena bebas hama, sehingga sering dipilih untuk ekspor berulang.
Mana yang lebih efisien untuk ekspor jangka panjang?
Untuk volume besar dan pengiriman rutin, pallet plastik umumnya memberikan ROI lebih baik dibanding pallet kayu export grade.
Kesimpulan
Pallet export grade bukan sekadar formalitas, tetapi fondasi penting dalam pengiriman internasional yang aman dan efisien. Kepatuhan terhadap standar seperti ISPM 15 membantu perusahaan menghindari risiko karantina, menekan biaya tersembunyi, dan menjaga kelancaran supply chain global.
Memahami spesifikasi dan konteks penggunaannya sejak awal akan membantu perusahaan mengambil keputusan logistik yang lebih tepat dan berkelanjutan.


